Friday, March 22, 2013

Kesehatan Mental (Tulisan II)



TULISAN II

TEORI KEPRIBADIAN (KESEHATAN MENTAL)

TEORI KEPRIBADIAN

Pada dasarnya setiap makhluk yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa memiliki sifat kepribadian yang saling berbeda-beda, entah itu manusia maupun binatang. Kepribadian-lah yang menjadikan setiap insan makhluk itu di bedakan, bisa itu dari sifat, sikap ataupun perilaku.
Kepribadian pada dasarnya memilik faktor penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bisa di bayangkan manusia tidak memiliki kepribadian. Mungkin manusia bisa di gambarkan seperti Rumah tanpa Atap. Lalu apa itu kepribadian?.
Menurut Kamus Besar Ilmu Psikologi, Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Sedangkan menurut Gordon Allport, kepribadian adalah suatu aspek organisasi (psikis atau fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses.

a)            Aliran Psikoanalisa
http://dachun91.files.wordpress.com/2011/03/sigmund-freud.jpg?w=690
Psikoanalisa dapat dikatakan sebagai aliran psikologi yang paling dikenal meskipun mungkin tidak dipahami seluruhnya. Namun psikoanalisa juga merupakan aliran psikologi yang unik, tidak sama seperti aliran lainnya. Aliran ini juga yang paling banyak pengaruhnya pada bidang lain di luar psikologi, melalui pemikiran Freud.

·         Konsep mental yang aktif.
Konsep ini terutama dianut oleh para ahli di Jerman. Pada waktu ini peran dominan strukturalisme di Jerman telah diambil alih oleh aliran Gestalt. Paham Gestalt menganggap struktur pengorganisasian mental manusia adalah inherent. Struktur ini memungkinkan manusia belajar dan mendapatkan isi mental itu sendiri. Dengan demikian, Gestalt berfokus pada konsep mental yang aktif namun tetap empiris.
Psikoanalisa mengikuti keaktifan mental dari Gestalt (Freud dengan psikodinamikanya pada level kesadaran dan non kesadaran) namun tidak empiris. Tidak seperti aliran lainnya, psikoanalisa berkembang bukan dari riset para akademisi, tapi berdasarkan pengalaman dari praktek klinis.

·         Perkembangan treatment terhadap gangguan mental.
Pada masa ini penanganan terhadap penderita gangguan mental sangat tidak manusiawi dan disamakan dengan para pelaku kriminal serta orang-orang terlantar. Reformasi dalam penanganan penderita gangguan mental diawali dengan perbaikan fasilitas pengobatan, akhirnya mengarah pada
perbaikan di bidang teknik terapi bagi gangguan emosional dan perilaku.

·         Consciousness, Preconsciousness dan Unconsciousness.
Dari ketiga aspek kesadaran, unconsciousness adalah yang paling dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es). Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar dan instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja. Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.

·         Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan ‘mind apparatus’, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.
o    Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.
o    Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral.
o    Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntuta moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah.

Ego selalu menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego. Apabila tuntutan ini tidak berhasil diatasi dengan baik, maka ego terancam dan muncullah kecemasan (anxiety). Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman, ego melakukan reaksi defensif /pertahanan diri. Hal ini dikenal sebagai defense mecahnism yang jenisnya bisa bermacam-macam, a.l. repression.

b)            Aliran Behavioristik

http://dachun91.files.wordpress.com/2011/03/behaviorism-question-21234266.jpg?w=690
Teori behaviouristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.
Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
Beberapa prinsip dalam teori belajar behaviouristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.
Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental.
PRINSIP DASAR BEHAVIORISME
·         Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak
·         Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari.
·         Penganjur utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
·         Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi.
·         Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi.
·         Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan.

c)Aliran Humanistik
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan  besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
Walaupun psikolog humanistik dipengaruhi oleh psikoanalisis dan behaviorisme, namun aliran ini mempunyai ketidaksesuaian yang sangat berarti dengan psikoanalisis dan behaviorisme. Tekanan utama yang oleh behavioris dikenakan pada stimuli dan tingkah laku yang teramati, dipandang Psikologi Humanistik sebagai penyederhanaan yang keterlaluan yang melalaikan diri manusia sendiri dan pengalaman-pengalaman batinnya, tingkah lakunya yang kompleks seperti cinta, nilai-nilai dan kepercayaan, begitu pula potensinya untuk mengarahkan diri dan mengaktualisasikan diri.
Maka psikologi humanistik sangat mementingkan diri (self) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman-pengalaman subjektif individual, yang banyak menentukan tingkah lakunya yang dapat diamati. Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia dan dicerminkan oleh psikoanalisis Freud maupun pandangan netral (tidak jahat dan tidak baik) kaum behavior.
Kedua aliran itu memandang tingkah laku manusia secara salah yaitu sebagai tingkah laku yang seluruhnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan diluar kekuasaannya; apakah kekuatan-kekuatan itu berupa motif-motif yang tak disadari atau conditioning dari masa kanak-kanak dan pengaruh lingkungan. Bertentangan dengan kedua pandangan aliran tadi, aliran Humanistik menyetujui sebuah konsep yang jauh lebih positif mengenai hakekat manusia, yakni memandang hakekat manusia itu pada dasarnya baik.
Perbuatan-perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik itu. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta yang aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih untuk menentukan nasibnya sendiri dan nasib orang lain.
Walaupun psikolog humanistik dipengaruhi oleh psikoanalisis dan behaviorisme, namun aliran ini mempunyai ketidaksesuaian yang sangat berarti dengan psikoanalisis dan behaviorisme. Tekanan utama yang oleh behavioris dikenakan pada stimuli dan tingkah laku yang teramati, dipandang Psikologi Humanistik sebagai penyederhanaan yang keterlaluan yang melalaikan diri manusia sendiri dan pengalaman-pengalaman batinnya, tingkah lakunya yang kompleks seperti cinta, nilai-nilai dan kepercayaan, begitu pula potensinya untuk mengarahkan diri dan mengaktualisasikan diri. Maka psikologi humanistik sangat mementingkan diri (self) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman-pengalaman subjektif individual, yang banyak menentukan tingkah lakunya yang dapat diamati.
Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia dan dicerminkan oleh psikoanalisis Freud maupun pandangan netral (tidak jahat dan tidak baik) kaum behavior. Menurut aliran humanistik, kedua aliran itu memandang tingkah laku manusia secara salah yaitu sebagai tingkah laku yang seluruhnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan diluar kekuasaannya; apakah kekuatan-kekuatan itu berupa motif-motif yang tak disadari atau conditioning dari masa kanak-kanak dan pengaruh lingkungan. Bertentangan dengan kedua pandangan aliran tadi, aliran Humanistik menyetujui sebuah konsep yang jauh lebih positif mengenai hakekat manusia, yakni memandang hakekat manusia itu pada dasarnya baik. Perbuatan-perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik itu. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta yang aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih untuk menentukan nasibnya sendiri dan nasib orang lain.

Saturday, March 16, 2013

Kesehatan Mental I


TULISAN I
KESEHATAN MENTAL

A.          KONSEP SEHAT

Sehat menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut ;
a.       Terhindarnya setiap orang dari gejala – gejala penyakit kejiwaan,
b.      Keadaan di mana segenap potensi diri individu berhasil mengaktualisasikannya, dan
c.       Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan masyarakat, dan dengan lingkungan di mana setiap indivu itu tinggal.

Jadi, dari pendapat masing – masing Ahli tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Kesehatan Mental adalah, terwujudnya keharmonisan antara fungsi – fungsi jiwa, serta kesanggupan untuk menghadapi masalah – masalah biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya sendiri. (Zakiyah Darojah, 1975).

B.           SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

Track Record dari sejarah perkembangan kesehatan mental tidak lepas dari sejarah dan perkembangan Ilmu Kedokteran dan Psikologi pula. Dua ilmu inilah yang menjadi induk munculnya displiner dari Kesehatan Mental. Namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan, yaitu jika Ilmu Kedokteran memiliki kedalaman ilmu dari sisi Kesehatan Fisik (tubuh) dan sedangkan Ilmu Psikologi dari Kejiwaan.
Sejarah kesehatan mental tidak seperti sejarah ilmu kedokteran yang dengan jelas tergambarkan. Hal itu disebabkan karena “mental” adalah sesuatu yang tidak dapat dengan jelas terlihat oleh kasat mata. Sedangkan gangguan fisik dapat dengan mudah kita lihat dan dapat dengan mudah terdeteksi. Individu yang terkena gangguan kesehatan mental sangat sulit untuk diketahui, bahkan bagi orang terdekatnya sekalipun. Karena orang-orang yang terdekatnya hanya menganggap hal itu sebagai hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Sejarah perkembangan kesehatan mental di mulai dari awal abad ke 15, tepatnya di belahan dunia barat, lebih spesifikasi lagi di negara Amerika Serikat. Suku asli Negara Paman Sam tersebut, yaitu Suku Indian menyimpulkan bahwa, orang – orang yang mengalami gangguan mental dapat di sembuhkan dengan cara menggunakan kekuatan supranatural dan menjalani ritual penyucian diri.
Masyarakat Indian pada saat itu mengaggap orang yang terkena gangguan mental itu sebenarnya orang yang kemasukan roh – roh yang ada di sekitar mereka. Mereka menganggap kalau orang yang bersangkutan telah melakukan kesalahan sehingga kemasukan roh. Maka dari itu orang Indian tidak menganggap orang yang terkena gangguan mental itu berarti sakit, sehingga mereka tetap masih dapat tinggal hidup bersama.
Lalu masuk ke akhir abad ke 15, perkembangan kesehatan mental berpindah ke benua biru Eropa, tepatnya di Inggris. Salah satu Filsuf terkenal dari Inggris John Locke menyatakan bahwa, terdapat derajat kegilaan dalam diri setiap orang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide-ide salah dan tidak masuk akal secara terus menerus. Kegilaan adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tepat.
Berdasarkan sejarah kesehatan mental tersebut, dapat disimpulkan bahwa ternyata pandangan masyarakat terhadap apa yang disebut sebagai sakit mental atau sakit jiwa ternyata berbeda-beda dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Makna gangguan mental yang berbeda-beda membawa implikasi yang berbeda juga dalam menangani individu yang terkena gangguan mental.
Gangguan mental juga bisa dinamakan bukan penyakit, tetapi sebagai tindakan kriminal seperti yang pernah dipahami oleh masyarakat Inggris. Penderitanya dimasukkan ke dalam penjara. Gangguan mental pernah dinamaknai sebagai ketidakmampuan untuk berpikir rasional. Orang yang terganggu mentalnya dipandang memiliki pola pikir irasional. Hal ini dipengaruhi oleh filsafat rasionalisme dan empirisme yang saat itu memiliki pengaruh yang kuat di Eropa.

C.                 PENDEKATAN DAN HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL

i.        Orientasi Klasik
Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai kelakuan tertentu, seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasan tak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan sakit atau rasa tak sehat serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Aktivitas klasik ini banyak dianut di lingkungan kedokteran.

ii.      Orientasi Penyesuaian Diri
         Seorang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya.

iii.       Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai tarap kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Ketiga orientasi ini menurut Sadli dapat dijadikan ukuran kesehatan jiwa.
Untuk menetapkan suatu keadaan psikologis berada dalam keadaan sehat tidaklah mudah. Kalangan ahli kesehatan mental telah membuat kriteria-kriteria atau kondisi optimum seseorang dapat dikatakan berada dalam kondisi yang sehat. Kondisi optimum ini dapat dijadikan sebagai acuan dan arah yang dapat dituju dalam melakukan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mental serta pencegahannya.
Istilah yang digunakan untuk menyebut kesehatan mental berbeda-beda, kriteria yang dibuat pun tidak sama secara tekstual, meskipun memiliki maksud yang sama. Dapat disebut di sini, Maslow menyebut kondisi optimum itu dengan self-actualization, Rogers menyebutnya dengan fully functioning, Allport memberi nama dengan mature personality, dan banyak yang menyebut dengan mental health.

Monday, November 26, 2012

FINAL SOFTKILL PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET


FINAL SOFTKILL PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

A.    Publikasi Online
Publikasi Online adalah suatu informasi, pesan atau pun pengumuman dalam bentuk online/ internet melalui media elektronik, seperti komputer yang terhubung dalam dunia internet.

Di dalam mempublikasi lewat jalur online, memeiliki manfaat yang banyak, terlebih lagi di zaman era digital ini yang rata-rata seluruh masyarakat global dapat dan bisa menggunakan internet, di mana pun dan kapan pun untuk mencari atau pun bertukar informasi. Di dalam mempublikasi lewat internet, banyak yang bisa di gunakan, seperti berbisnis lewat internet (Business Online).

Mempublikasi sesuatu tidaklah hanya berbentuk gambar, suara, tapi bias berbentuk video visual seperti sekarang-sekarang, yaitu lewat Media Youtube. Banyak sekali dampak dari mempublikasi suatu hal di internet, bisa itu hal positif mau pun negatif. Positifnya adalah bahwa kita telah mempublikasikan suatu hal, entah itu barang maupun tulisan yang pastinya akan membuat orang lain terbantu. Maka dari itu publikasi  online sangat berguna untuk kita dijaman modern dan serba cepat ini.

B.     Etika Ber-Internet
Hadirnya internet dalam kehidupan manusia telah membentuk komunitas masyarakat tersendiri. Surat menyurat yang dulu dilakukan secara tradisional (merpati pos atau kantor pos) sekarang bisa dilakukan hanya dengan duduk dan mengetik surat tersebut di depan komputer.

Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut :
a)      Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b)      Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymouse, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c)      Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d)     Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.
Tidak hanya di dalam dunia nyata, di dunia maya pun memiliki aturan-aturan yang tidak boleh di langgar oleh penggunanya, yaitu Undang-undang Berintenet atau yang di kenal di Indonesia adalah Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sedangkan jika di dunia Internasional di kenal dengan nama Netiqutte.
C.     Jurnal Penelitian

“PERBEDAAN PERSEPSI DAN PERILAKU PEMILIK Usaha Kecil Menengah (UKM) SEBELUM DAN SESUDAH MEMANFAATKAN BLOG ONLINE DI WILAYAH JAKARTA DAN DEPOK”
Alfina Meilantika Sekti Sari
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya perbedaan persepsi dan perilaku pemilik UKM dalam penggunaan internet antara sebelum dan sesudah memanfaatkan internet khususnya blog sebagai salah satu sarana penjualan online bagi usaha mereka., berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa UKM sebagai kelompok yang masih terbatas dalam penggunaan teknologi informasi. Metode penelitian menggunakan pengukuran tingkat adopsi bersifat self-reported yang terdiri dari tiga kelompok adopsi, yaitu (1) bukan pengadopsi (non-adopter), (2) pengadopsi potensial (potential adopter), dan (3) pengadopsi (adopter). Berdasarkan pengamatan dari 10 responden disimpulkan bahwa ada tingkat adopsi internet (adopter, dan potential adopter) sebelum dan sesudah memanfaatkan internet, serta adopsi internet memberikan dampak yang baik untuk para pemilik UKM karena menurut mereka adopsi internet sangat efektif untuk kelangsungan usaha mereka. Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa dari sebelas variabel yang berhubungan dengan adopsi internet, terdapat tujuh variabel yang mempengaruhi, yaitu Company Performance, Communication Intensity, Internet-Self Efficacy, Social Influence, Internet Utilization, Organizasional Innovation, Actual-utilization Intensity dan empat variable yang lainnya tidak mempengaruhi, variabel tersebut adalah Job Expectation, Attitude toward Internet, Internet Anxiety, Facility Support.

Kata Kunci : Pemanfaatan blog online, Usaha Kecil dan Menengah, Tingkat Adopsi

UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari peran UKM dalam pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja.
Dalam KUKM juga tercantum lima kelemahan utama industri kecil di Indonesia, yaitu orientasi pasar, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, akses pasar, dan permodalan. Kelemahan utama tentang orientasi pasar terjadi karena produk-produk industry kecil kebanyakan masih belum mempunyai daya-tembus ke pasar dunia/ ekspor. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya penggunaan teknologi informasi untuk mendinamisasi dan memajukan usaha kecil. Sementara itu, dalam era ekonomi global saat ini, UKM dituntut untuk melakukan perubahan guna meningkatkan daya saingnya. Salah satu faktor penting yang akan menentukan daya saing UKM adalah teknologi informasi (TI).
Penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar (UNDP, 2007). Pemberdayaan usaha kecil melalui upaya pengenalan, penguasaan, dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan akan meningkatkan kemampuan dan agresivitas pelaku usaha kecil dalam mengakses pasar dan untuk mendinamisasi serta memajukan usaha kecil di era globalisasi dan informasi.
Kondisi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia sendiri masih relatif tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, baik di kawasan Asia maupun di kawasan belahan dunia lainnya. Penggunaan teknologi Internet bagi para pelaku usaha yang berorientasi pasar domestic masih rendah karena kesulitan dalam pembayaran on-line dan relative rendahnya kepedulian terhadap penggunaan Internet.
Laporan OECD (2004) menunjukkan bahwa faktor penghambat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh usaha kecil dan menengah meliputi (a) ketidaksesuaian proses bisnis, (b) keterbatasan pengetahuan dalam hal manajerial dan penggunaan TIK, (c) ketidak-tersediaan biaya pengembangan dan pemeliharaan sistem elektronik, (d) masalah prasarana jaringan komputer dan komunikasi, (e) masalah kepercayaan dan keamanan penggunaan TIK, (f) ketidakpastian hukum, dan (g) berbagai tantangan terkait dengan adopsi proses bisnis elektronik.
Dari ketujuh faktor penghambat tersebut ada satu yang paling menarik yaitu mengenai berbagai tantangan terkait dengan adopsi proses bisnis elektronik dimana salah satu tantangannya berasal dari para pemilik UKM mengenai persepsi dan perilaku mereka terhadap bisnis elektronik, khususnya mengenai blog online


D.    Game online
Saya mengambil permainan online yang bernama Poker! Kenapa saya mau mengambil permainan ini karna permainan ini lebih gampang dan simple. Permainan ini sebernarnya adalah mudah, seperti bermain kartu seperti biasanya.

Dampak positif game online ;
a)      Setiap game memiliki tingkat kesulitan/ Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi. Permainan game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan dengan cepat, efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.
b)      Meningkatkan konsentrasi.Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
c)      Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan
d)     meningkatkan kemampuan membaca, Psikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak beralasan.
e)      Meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisSebuah studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil berbahasa inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa sekolah maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai negara.
f)       Meningkatkan pengetahuan tentang komputeruntuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan game tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar troubleshooting komputer dan overclocking.
g)      Meningkatkan kemampuan mengetikKemampuan mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan mouse untuk mengendalikan permainan.

Dampak Negatif Game Online ;
a)      Menimbulkan adiksi (Kecanduan) yang kuat
b)      Mendorong melakukan hal-hal negative
c)      Berbicara kasar dan kotor
d)     Terbengkalainya kegiatan di dunia nyata
e)      Perubahan pola makan dan istirahat
f)       Pemborosan
g)      Mengganggu kesehatan