Saturday, October 27, 2012

Dampak Positif dan Negatif Internet Bagi Diri Sendiri

Sejak masuknya Era Digital pada abad ke 21 ini, Internet menjadi salah satu jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat berguna di kehidupan sehari-hari manusia. Tiada hari tanpa Internet, itulah prinsip manusia digital di seluruh dunia yang menikmati apa sebenarnya Internet itu. Sejak bangun tidur manusia sudah terbiasa dengan Internet, bahkan ketika ingin tidur pun manusia selalu ber-internet terlebih dahulu.

Kegunaan Internet sangat banyak dan kompleks bagi kelancaran kehidupan manusia di dunia nyata maupun di dunia maya. Tidak sedikit pula pekerjaan-pekerjaan yang manusia lakoni harus mewajibkan si Pekerja menggunakan Internet. Tidak hanya dalam bekerja, Internet juga sering di gunakan untuk berkomunikasi lewat jejaring social, seperti Facebook, Twitter dan Yahoo. Banyak juga yang menggunakannya untuk berbisnis, atau sering disebut Business Online.

Banyak sekali dampak yangt di berikan oleh Internet, baik positif maupun negatif ;

a)      Dampak Positif
Dampak positif berarti  Internet memilik sifat kebaikan baik penggunanya mau pun yang di gunakannya.
        i.            Memudahkan dalam mengoperasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
      ii.            Memudahkan dalam mencari Tugas Kuliah, seperti memiliki Search Engine dalam Internet.
    iii.            Memudahkan dalam berkomunikasi, baik jarak jauh maupun jarak dekat, baik kawan lama maupun kawan baru.
    iv.            Memudahkan untuk berbisnis lewat dunia maya, atau sering di sebut Business Online.
      v.            Memudahkan dalam mengatur, mengorganisir dan menstrukturisasi pekerjaannya.

b)      Dampak Negatif
      Selain ada sisi Positif dalam menggunakan Internet, Internet juga memiliki sisi Gelap atau Negatifnya.
        i.            Kadang Internet di gunakan dalam sikap dan tindakan yang kurang wajar, seperti melihat sesuatu yang tidak pantas, yaitu Pornografi.
      ii.            Kadang pula Internet di gunakan untuk melakukan permainan Online yang berbau Judi atau di sebut Gambling Online.

Saturday, October 20, 2012

Tugas Soft Skill Minggu IV


TUGAS PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET MINGGU IV
(Komunitas Online, Polarisasi Kelompok dan Kelompok Kerja Virtual)


a)      KOMUNITAS ONLINE

Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya adalah public banyak orang dan/ atau masyarakat. Dalam Ilmu Sosiologi, komunitas adalah kelompok orang yang saling berinteraksi yang ada di lokasi tertentu.

Komunitas di bagi menjadi dua kelompok, yaitu Komunitas Offline dan Komunitas Online. Komunitas Online merupakan komunitas yang di satukan oleh kesamaan pekerjaan, hobi, atau factor penyatu yang lainnya, di mana media intergrasi dan komunikasinya sudah menggunakan internet. Komunitas Virtual atau biasa disebut Komunitas Online adalah sekelompok orang orang yang berkomunikasi menggunakan internet sebagai media utama dan tidak mengandalkan pertemuan langsung secara fisik. Komunitas Onlone bias menjadi Komunitas Primer dan juga Sekunder. Maksud dari Komunitas Sekunder adalah telah ada komunitas solid yang ada di dunia nyata dan komunitas virtual tersebut di gunakan untuk pelengkap.

Jadi, komunitas online adalah sebuah komunitas yang terbentuk secara virtual (maya) di berbagai layanan internet, misalnya forum online, mailing list, atau grup-grup tertentu. Komunitas yang dimaksud merujuk pada sekumpulan anggota/user yang mempunyai hobi atau ketertarikan yang sama terhadap sesuatu hal. Tujuannya yaitu untuk saling berbagi cerita, informasi, atau pengalaman lain antar anggotanya tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Lain halnya dengan komunitas nyata yang berarti kegiatan yang biasa dilakukan oleh kelompok tertentu untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung antar anggotanya.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa seiring kemajuan pesat teknologi itu sendiri. Pengguna sosial media seperti Facebook, Twitter, Blog, Youtube, Koprol, Kaskus dan MIG33 meningkat tajam di Indonesia. Data dari PB+ 2010 menyebutkan bahwa pengguna Blog di Indonesia hampir mencapai 2 juta orang, sedang pengguna Facebook di Indonesia mencapai 25 juta orang per Juli 2010, bahkan pengguna Twitter di Indonesia berada diperingkat 6 dunia (2,41% dari total pengguna twitter dunia). Ini membuktikan bahwa orang Indonesia sangat gemar untuk berinteraksi dan berteman.

Dari interaksi-interaksi yang intens antar sesama pengguna sosial media online, terciptalah beragam komunitas online. Karakteristik mendasar dari media dan komunitas online yang musti dipahami terlebih dahulu jika ingin berhasil menguasainya. Sifatnya yang relatif bebas, Media & komunitas online cenderung bersifat bebas. Bebas dalam artian yang amat luas. Bebas kepemilikan, bebas sekat-sekat sosial umum, bebas kepemilikan, bebas dari interfensi otoritas sosial/agama/pemerintah dan sejenisnya, bebas pengguna dan bebas hambatan jarak, ruang dan waktu.

Bebas Kepemilikan, Media dan komunitas online memang dibuat oleh suatu pihak (personal/ institusi) namun, begitu informasi ada di dunia maya maka informasi tersebut akan menjadi konsumsi publik yang berarti akan bisa direproduksi dan direvisi sesuai kepentingan publik tersebut. Maka jangan heran jika muncul manipulasi informasi.

Bebas sekat sosial, Media dan komunitas tidak mengenal sekat-sekat sosial layaknya media atau komunitas di dunia nyata (offline). Tidak ada atasan atau bawahan. Tidak ada pemilik informasi langgeng dan penerima informasi langgeng. Semuanya saling bertukaran, semuanya saling memberi dan menerima informasi hingga level tertentu. Tidak ada pembedaan antar pengguna internet dikarenakan status sosialnya di dunia nyata, dikarenakan potensi anonimitas internet itu sendiri.

Bebas interfensi, Hingga titik tertentu, semua media atau komunitas internet bebas intervensi pihak luar. Kecuali adanya pelanggaran hukum (umumnya bersifat regional), maka informasi yang beredar di dunia maya adalah bebas dibuat, dimanipulasi dan diakses untuk disebarluaskan kembali oleh siapapun kepada siapapun.

Bebas jarak, ruang dan waktu, Keunggulan utama informasi yang disebarkan melalui media/ komunitas online adalah tidak adanya batasan jarak, ruang dan waktu. Artinya informasi tersebut akan bisa menjangkau dan dijangkau oleh siapapun, di manapun, kapanpun, selama yang bersangkutan terkoneksi dengan layanan internet. Artinya, semua pihak, terutama korporat mempunyai kesempatan yang amat luas untuk berkampanye tentang semua hal, terutama produk/layanannya, kepada khalayak yang amat luas, tanpa dibatasi jarak, jam tayang, format informasi, batasan usia publik, waktu dan sebagainya jika mau dan mampu menggunakan media dan komunitas online.


b)      POLARISASI KELOMPOK

Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Bagaimana mungkin efek polarisasi diterangkan?. Satu pandangan awal mungkin adalah untuk melihatnya sebagai artefak statistik, yaitu ketika kita sudah melihat lebih awal, jika anggota group ditarik secara acak dari suatu populasi dan kemudian didapat 70 persen mempunyai suatu pilihan tertentu, maka lebih dari 70 persen dari keputusan kelompok akan mencerminkan pilihan itu (dengan assumsi aturan mayoritas).

Bagaimanapun, pembuatan keputusan kelompok bukanlah suatu unsur yang penting dalam prosedur yang mengerucut ke arah polarisasi; suatu periode diskusi yang ringkas yang diikuti oleh tanggapan individu akan menghasilkan pula suatu pergeseran didalam kelompok rata-rata ( Myers dan Lamm, 1976). Hal ini berarti suatu pergeseran didalam pilihan individu terjadi sebagai hasil proses kelompok.




c)      KELOMPOK KERJA VIRTUAK

Tim Virtual menggunakan teknologi komputer guna menghubungkan orang-orang yang terpisah secara fisik guna mencapai sasaran bersama.Teknik tersebut memungkinkan orang saling bekerjasama lewat metode online, kendati mereka dipisahkan yuridiksi negara bahkan benua. Tim Virtual dapat melakukan lebih banyak hal ketimbang tim-tim lainnya, terutama dalam hal berbagi informasi, pembuatan keputusan, dan perampungan pekerjaan. Mereka terdiri atas para anggota dari organisasi yang sama ataupun hubungan anggota organ dengan para pekerja dari organisasi lain semisal supplier ataupun partner perusahaan.

Sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka, mengupayakan percobaan bekerja dari rumah. Alasan pimpinan perusahaan adalah bahwa di kantor pun hubungan sudah banyak menggunakan intranet, sementara banyak kemudahan yang bisa didapat bila kita bisa membudayakan "work from home" ini.

Friday, October 12, 2012

Internet Addiction


INTERNET ADDICTION
Internet Addiction (Kecanduan Internet) atau Internet Addiction Disorder (IAD), atau, lebih luas, terlalu sering menggunakan internet, penggunaan komputer bermasalah atau penggunaan komputer patologis, adalah penggunaan komputer yang berlebihan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Istilah-istilah menghindari istilah kecanduan dan tidak terbatas pada penyebab tunggal .
Di dalam dunia psikologi, Patologi dalam ber-Internet adalah mereka – mereka yang menggunakan peranan Internet dalam kehidupan sehari – hari secara berlebihan, terlalu sering hingga bahkan melebihi waktu batas ber-Internet yang menggangu jalannya kehidupan diri orang pecandu Internet tersebut. Walaupun sebenarnya kata Patologi Internet kurang tepat, namun kalau di lihat dari sisi negatifnya, para pecandu tersebut memang memiliki kecenderungan akan hal yang harus terus di ulang – ulang untuk memuaskan hasrat ber-Internetnya, seperti orang yang telah kecanduan Narkotika.
Internet Addiction Disorder (IAD) awalnya hanya di sebutkan bagi mereka yang memiliki gangguan dalam sebuah imajinasi oleh Ivan Goldberg, MD, pada tahun 1995. Ia mengambil Judi Patologis (Patology of Gambler) seperti yang didiagnosis oleh Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder (DSM-IV) sebagai modelnya untuk deskripsi dari IAD. Hal ini tidak bagaimanapun termasuk dalam DSM saat ini sebagai tahun 2009.
Penelitian juga di lakukan oleh para peneliti dari Bonn University dan the Central Institute of Mental Health, Mannheim, Jerman, yang menunjukkan “adanya indikasi hubungan genetic molekuler dalam kecanduan internet”. Hasil studi yang di publikasikan oleh Journal of Addiction Medicine edisi bulan September 2012 lalu, peneliti utama Dr. Christian Montag dari Bonn University mengatakan, “Para peneliti melakukan wawancara oleh 843 orang tentang kebiasaan mereka menggukan Internet dalam beberapak tahun terakhir”.
Hasil dari wawancara tersebut, mereka menunjukkan bahwa 132 laki – laki dari total 843 orang dalam kelompok ini menunjukkan perilaku bermasalah dalam menangani media Online. Seluruh pikiran mereka hanya terfokus dan berkutat seputar Internet saja sepanjang hari dan merasa sangat terganggu bila harus melalui hari tanpa Internet. Para peneliti kemudian membandingkan genetic dari orang – orang yang kecanduan Internet dengan orang – orang yang mampu mengendalikan kebiasaanya menggunakan media tersebut dan melihat adanya variasi genetic yang berperan dalam kecanduan Nikotin pada 132 orang yang kecanduan Internet.
Dari hasil analisis, para peneliti juga menemukan bahwa orang – orang yang sangat bergantung pada Internet dalam kesehariannya lebih sering membawa mutasi pada Gen CHRNA4, yang biasanya berhubungan denga orang yang kecanduan dengan Nikotin pada kandungan Rokok. Ia menambahkan, temuan mutasi itu menjadi sebuah penanda biologi yang memungkinkan pencirian kecanduan menggunakan media daring dari sudut pandang ilmu syaraf.

"Jika hubungan semacam itu bisa dipahami lebih baik, maka ini akan menghasilkan petunjuk penting untuk terapi yang lebih baik," demikian menurut peneliti dari Departement for Differential and Biological Psychology di Universitas Bonn itu.

Selama satu dekade terakhir, konsep kecanduan internet telah berkembang dalam hal penerimaan sebagai gangguan klinis (menyimpang) yang seringkali memerlukan pengobatan, semua inilah sebab dari kenapa Internet Addiction di namakan pula Patologi Internet. Namun, diketahui pihak akademisi mengambil sikap baik dalam mendukung atau menentang keberadaan gangguan kecanduan internet (IAD). Pada tahun 2006, American Medical Association (AMA) menolak untuk merekomendasikan ke American Psychiatric Association (APA) bahwa mereka termasuk IAD sebagai diagnosis resmi dalam DSM-V, dan direkomendasikan studi lebih lanjut "berlebihan video game”. Beberapa anggota American Public Healthy Addiction (APHA) menentang mengidentifikasi berlebihan Internet dan berlebihan video game sebagai gangguan.

 Di antara penelitian yang diidentifikasi sebagai diperlukan adalah menemukan cara untuk mendefinisikan "berlebihan" dan untuk membedakan sebuah "kecanduan internet" dari obsesi, mengobati diri sendiri untuk depresi atau gangguan, dan paksaan. Sebuah perdebatan apakah akan menyertakan "Kecanduan Internet" sebagai diagnosis di DSM-V, dapat menyimpulkan dalam Mei 2013 edisi DSM. Beberapa berpendapat bahwa internet gangguan kecanduan ada dan harus dimasukkan, dan beberapa yang bukan merupakan kecanduan maupun gangguan yang spesifik dan tidak boleh dimasukkan dalam DSM-V.

Data dari China Internet Network Information Center (CINIC), pada tanggal 30 Juni 2006, menunjukkan bahwa 123 juta orang sudah online, yang 14,9 % adalah remaja di bawah 18 tahun. Chou dan Hsiao melaporkan bahwa tingkat kejadian kecanduan internet antara mahasiswa di Taiwan adalah 5,9 %. Wu dan Zhu mengidentifikasi 10,6% dari mahasiswa Cina sebagai pecandu internet. The Communist Youth League of China mengklaim pada tahun 2007 bahwa lebih dari 17 % warga China antara umur 13 dan 17 adalah pecanduan Internet.

Perhatian publik, minat, dan studi atas penggunaan internet dapat dikaitkan dengan fakta bahwa ia telah menjadi semakin sulit untuk membedakan antara dunia online dan offline. Internet memiliki potensi besar untuk mempengaruhi emosi manusia dan pada gilirannya, mengubah diri kita-persepsi dan tingkat kecemasan.

Menurut Maressa Orzack, Director of Addiction Study di Harvard University’s Mc. Lean hospital, mengatakan bahwa antara 5 % dan 10 % dari pengguna Internet menderita beberapa bentuk ketergantungan Internet. Sedangkan menurut David Greenfield, Ph.D dari Internet and Technology Addiction Central melakukan penelitian dengan ABC News.com pada tahun 1999 dan penulis Addiction Virtual. Ia percaya bahwa beberapa layanan yang tersedia melalui Internet memiliki sifat psikologis yang unik yang mendorong hasrat, waktu distorsi, dan kepuasan instan, dengan sekitar 6% dari individu yang mengalami beberapa dampak yang signifikan terhadap kehidupan mereka. Namun, ia mengatakan hal itu tidak mungkin terbaik dilihat sebagai kecanduan melainkan sebagai paksaan. Greenfield mengklaim bahwa seks, game, perjudian, dan belanja online dapat menghasilkan efek mood.

Menurut Center for Internet Addiction Recovery (Kimberly S. Young), "pecandu internet menderita masalah emosional seperti depresi dan kecemasan, terkait gangguan dan sering menggunakan dunia fantasi (imajinasi) dari internet untuk menghindari perasaan tidak menyenangkan psikologis atau situasi stres". Lebih dari 60% dari orang yang mencari pengobatan untuk keterlibatan klaim IAD dengan aktivitas seksual online yang mereka anggap tidak pantas, seperti perhatian yang berlebihan untuk pornografi atau keterlibatan dalam percakapan seksual eksplisit online. Lebih dari setengah juga kecanduan alkohol, obat-obatan, tembakau, atau seksualitas.

Psikiater Dr. Goldberg menyatakan bahwa kecanduan internet bukanlah benar kecanduan dan mungkin sebenarnya tidak lebih dari gejala lainnya, gangguan yang ada. Sebuah penjelasan overbroad dari kecanduan membuka kemungkinan setiap perilaku kompensasi dinyatakan kecanduan . Sebagai contoh, seseorang yang memiliki percakapan telepon yang panjang dengan seorang teman untuk menghindari situasi yang tidak menyenangkan dapat dinyatakan "kecanduan telepon" dengan validitas yang sama sebagai orang yang chatting di Internet dengan tujuan dasar yang sama.

Kebanyakan, jika tidak semua "pecandu internet", sudah berada di bawah label diagnostik yang ada. Bagi banyak orang, penggunaan berlebihan atau penggunaan yang tidak tepat dari internet adalah manifestasi dari mereka yang menderita depresi, cemas, gangguan impuls atau patologis perjudian. IAD bila dibandingkan dengan kecanduan makanan (Food Addiction), di mana pasien makan berlebihan sebagai bentuk pengobatan sendiri untuk depresi, kecemasan, dll, tanpa benar-benar menjadi benar – benar kecanduan untuk makan.

Ada kemungkinan bahwa seseorang bisa memiliki hubungan patologis dengan aspek tertentu dari Internet, seperti penawaran pada penjualan lewat Internet, melihat pornografi, game online, atau judi online, tapi itu tidak membuat media internet itu sendiri adiktif. Misalnya, apakah perjudian dilakukan pada komputer atau face to face tidak mempengaruhi apakah atau tidak itu adalah patologis, seseorang dengan kontrol impuls yang buruk dapat kehilangan tidur atas sebuah novel menegangkan atau acara televisi favorit atau game komputer atau godaan untuk mengklik link lain web.

Dalam banyak kasus, meskipun tidak semua, terlalu sering menggunakan internet mengoreksi dirinya sendiri. Sarah Kershaw menulis untuk New York Times pada tahun 2005, "Ini adalah Profesor Kiesler yang disebut kecanduan internet penyakit fad Dalam pandangannya, katanya, kecanduan televisi. lebih buruk Dia menambahkan bahwa ia menyelesaikan studi pengguna internet berat, yang menunjukkan mayoritas telah tajam mengurangi waktu mereka pada komputer selama setahun, menunjukkan bahwa bahkan penggunaan bermasalah adalah diri korektif ".

Sunday, October 7, 2012

Peranan Internet Bagi Manusia


Mengapa Manusia Butuh (Internet)?.
           
INTERNET merupakan akronim dari Interconnection Networking, sedangkan secara etimologi Internet adalah suatu sistem jaringan komputer atau teknologi informasi secara global (universal) yang saling terkoneksi menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) yang mana untuk melayani miliaran penggunanya di seluruh dunia.

Salah satu keunggulan dari Internet adalah yang bisa mencangkup segala sesuatu secara luas baik itu komputerisasi maupun telekomunikasi (Information & Communication Technology). Selain itu, internet juga bisa menyiarkan dan mengakses secara langsung baik berita maupun informasi dengan akses Internet Online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunanya.

Maka dari itu, dari kedua keunggulan ini saja, Internet sudah mengukuhkan bahwa dia sangat di butuhkan dan berguna tinggi bagi setiap kelangsungan berkehidupan secara global. Terlebih lagi saat ini yang notabene Era Digital, semua pekerjaan Manusia tergantung dari keberlangsungan Internet itu sendiri. Dari sisi lain, Internet sangat mempermudah manusia dalam mencari informasi – informasi secar cepat yang mudah di akses. Sedangkan dari sisi sosial, belakangan ini Jejaring Sosial (Social Network) sedang hangat dalam pembicaraan orang, seperti Facebook, Twitter, Yahoo dan lain sebagainya.

Orang – orang menggunkan semua ini bukan hanya sekedar bersosialisasi oleh manusia seluruh dunia, banyak dari kita yang menggunakan Social Network sebagai jalan pintas, contohnya bisnis dan mencari pekerjaan.  Belakangan ini, Internet tidak hanya digunakan oleh kalangan orang tua maupun dewasa saja, anak – anak dan kawula muda pun ikut berpartisipasi dalam perkembangan Internet di dunia.



Dampak Penggunaan Internet
q.jpeg
Internet bukanlah sebuah makhluk hidup seperti hewan maupun manusia, tetapi kegunaannya sangat berpengaruh besar atas kehidupan manusia. Atas peranan penting inilah Internet memilik dampak bagi manusia, entah itu positif atau negatif.
Dampak Positif Internet :
a)      Jejaring Sosial (Social Network) / Sosialisasi Dunia Maya
Dalam berkehidupan bersosialisasi, manusia tidak bisa hidup sendiri dengan kata lain manusia adalah makhluk sosial. Bersosialisasi tidak saja menggunakan cara tatap muka secara langsung, namun bisa juga menggunakan “Shortcut” itulah yang di sebut Sosialisasi Dunia Maya atau sering di sebut Jejaring Sosial (Social Network).

b)      Informasi
Melalui Internet, dunia maya tidak akan membatasi pencarian informasi seluas – luasnya dengan kata lain manusia bisa mencari informasi tidak hanya di satu tempat, sumber dan refensi yang satu itu saja, namun bisa ke seluruh dunia maupun siapa pun itu sumbernya.

c)      Edukasi
Internet tidak hanya memberikan informasi tentang gaya hidup maupun bersosialisasi saja. Tapi di Internet pun kita bisa mencari tentang pelajaran ataupun perkuliahan. Di Internet, ulasan tentang edukasi baik formal maupun informal semua tersedia.


d)     Bisnis
Seperti di petik di pendahuluan di atas, Internet pun bisa mencari Shorcut berbisnis para Enterpreneur untuk memberitahukan kepada seluruh penggunanya atas barang / jasa yang dia jual atau biasa di sebut Online Shop of Business.
           
Dampak Negatif Internet ;
a)      Unsur Pornografi
Dengan keunggulan Internet yang bisa di akses oleh semua kalangan dan tidak melihat waktu sebagai acuan utamanya, inilah kesempatan yang di gunakan oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab. Walaupun di beberapa negara Pornografi di legalkan, seperti Amerika Serikat, Perancis dan Belanda, namun negara yang mengharamkan Pornografi seperti Indonesia, Cina dan Arab Saudi telah mengurangi jangkaun dari Internet itu sendiri. Pornografi yang berbentuk Video dan Gambar inilah yang membuat beberapa kalangan menyebut Internet sebagai Bad Gate.

b)      Cybercrime (Kejahatan Dunia Maya)
Cybercrime adalah kejahatan di dunia maya yang di lakukan seseorang dalam merugikan seseorang yang menggunakan Internetsebagai sarananya. Cybercrime sebenarnya melanggar asas aturan Internet Internasional atau Netiqutte (Etika Internet).